MESKI TERBEBANI OLEH SEKTOR ENERGI, NAMUN WALL STREET DITUTUP NAIK

08 Juni 2017, 08.48 WIB


image

Pada perdagangan kemarin, bursa saham Wall Street di AS ditutup menguat meski terjadi penurunan cukup dalam di sektor energi, setelah adanya kesaksian tertulis dari matan direktur FBI James Comey yang mengenai penyelidikan cmpur tangan Rusia dengan pemilihan Presiden AS tahun lalu.

Mengutip dari Reuters, Kamis (8/6/2017), pergerakan indeks Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar 37,46 poin atau 0,18 menjadi 21.173,69, indeks S&P 500 juga naik 3,81 poin atau 0,16% ke 2.433,17, dan indeks Nasdaq ditutup menguat di posisi 6.297,38 naik 22,32 poin atau 0,36%.

Pada bulan lalu, Comey telah dipecat oleh Trump dan menulis bahwa Presiden AS Donald Trump meminta untuk membatalkan penyelidikan terhadap mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn. Namun, rincian kesaksian Comey ini nampaknya dihargai di pasar saham.

Investor juga khawatir akan pernyataan tambahan apapun yang dapat mengurangi momentum yang sudah menurun untuk agenda Trump mengenai pajak yang lebih rendah dan peraturan yang longgar. Taruhan Trump yang dapat melakukan agendanya sebagian berada di belakang kekuatan yang telah mencatat indeks saham hingga ke posisi tertinggi.

Costa memberikan peringatan bahwa reaksi pasar terhadap pernyataan Comey merupakan langkah yang tidak terlalu besar dan molumenya ringan. Wall Street ditimbang oleh penurunan 2% di sektor energi pada indeks S&P 500, kucuali sektor penurunan harga minyak mentah AS sebesar 5% lantaran kenaikan persediaan AS yang tidak diduga. Penurunan minyak brent LCOc1 turun hingga nyaris 4%.

Sementara kenaikan terbesar di indeks S&P 500 yaitu saham Signet Jewellers (SIG.N) yang bergerak naik sebesar 4%, dan penurunan terbesar dialami oleh saham Newfield Exploration (NFX.N) yang turun 7%.