WALL STREET ANJLOK, DI TENGAH KERUGIAN TERBESAR INDEKS S&P
18 Agustus 2017, 09.04 WIB
Pergerakan bursa saham Wall Street di AS pada perdagangan kemarin tercatat mengalami penurunan saat Indeks S&P mendapat kerugian dengan presentase terbesar dalam tiga bulan. Penurunan ini seiring dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai kemampuan pemerintahan Donald Trump untuk mendorong mewujudkan agenda ekonominya.
Indeks patokan juga berakhir melemah ke posisi terendahnya sejak 11 Juli untuk pertama kalinya sejak pemilihan 8 November yang selama dua hari lebih dari 1%. Kekhawatiran terhadap kemungkinan mencuat kembalinya konflik antara AS dengan Korut memberikan tekanan yang cukup besar ke pasar saham.
Selain itu, investor juga terlihat telah kehilangan kepercayaan terhadap pemerintahan Trump terkait kemampuan untuk mendorong hadirnya kebijakan pemotongan pajak dan agenda ekonomi domestik lainnya, seperti yang disampaikan oleh beberapa strategi investasi.
Sementara pergerakan Indeks Dow Jones mengalami penurunan sebesar 274,14 poin atau 1,24% menjadi 21.750,73, Indeks S&P 500 bergerak menurun 38,1 poin atau 1,54% ke posisi 2.430,01, dan Indeks Nasdaq berkurang sebesar 123,20 poin atau 1,94% ke 6.221,91.
Saham mulai kehilangan kekuatan seiring dengan rumor mengenai Cohn dan keberadaannya di Gedung Putih. Setelah sempat jeda sebentar, ppasar terus menjual dan mengambil langkah yang lebih rendah dengan penurunan semua saham Dow Jones, dan penurunan semua komponen S&P 500.
Kinerja juga mencatat kinerja yang mengecewakan seperti Cisco Systems (CSCO.O) yang turun 4% setelah hasil sementara dari Wal-Mart (WMT.N) juga mengalami penurunan sebesar 1,6% setelah mengecer laporan penurunan.


ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
2AF9 300B