Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
RUPIAH DIBUKA MENGUAT TIPIS

13 Februari 2026, 09.09 WIB


image

Membuka perdagangan di pekan terakhir, jelang libur panjang cuti bersama dan Tahun Baru Imlek, nilai tukar rupiah kembali mencatat penguatan terhadap kurs dolar AS.

Rupiah dibuka menguat tipis 0,03% ke posisi Rp16.805/US$. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan kemarin melemah 0,21% ke posisi Rp16.810/US$.

Penguatan yang dialami rupiah ini terjadi seiring dengan laju indeks dolar AS (DXY) yang juga menguat tipis 0,04% ke level 96,965. Sebelumnya DXY ditutup naik 0,09% ke angka 96,925.

Pelaku pasar yang masih menanti sejumlah agenda, termasuk rangkaian kegiatan Indonesia Outlook 2026, yang berpotensi memberikan pengaruh pada persepsi pasar terhadap arah kebijakan dan prospek ekonomi Indonesia ke depan, nampaknya masih akan menjadi sentimen laju rupiah.

Nilai tukar rupiah juga masih akan dipengaruhi oleh sentimen dari dinamika dolar AS yang merupakan penentu utama arah mata uang global.

Meski DXY kini mencatat penguatan tipis, namun pergerakan dolar AS masih berada di zona pelemahan sepanjang pekan ini.

Di sisi lain, klaim data pengangguran AS juga menunjukan penurunan, meski penurunannya lebih kecil dibanding ekspektasi pasar.

Rangkaian data tersebut menyusul laporan pertumbuhan pekerjaan AS pada Januari yang meningkat di atas perkiraan, meski demikian sejumlah analis menilai bahwa kenaikan tersebut masih belum menunjukan penguatan pasar tenaga kerja secara merata.

Lapangan pekerjaan masih didorong oleh sektor tertentu seperti kesehatan, bantuan sosial, dan konstruksi, sedangkan revisi data juga menunjukan payrolls yang sempat negatif dalam beberapa bulan sepanjang 2025.

Sementara pasar masih memprediksi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini yakni sebanyak dua kali yang diproyeksikan terjadi pada Juni. Pelaku pasar juga menilai, selama tidak ada kejutan besar dari data inflasi, laju dolar AS cenderung bergerak konsoldatif dalam waktu dekat.