RUPIAH MELEMAH DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL
25 Februari 2026, 09.15 WIB
Nilai tukar rupiah berbalik arah melemah terhadap kurs dolar AS, di tengah laju dolar global yang terus berfluktuatif.
Rupiah mencatat penurunan 0,03% ke posisi Rp16.820/US$. Pelemahan ini melanjutkan tren perdagangan kemarin yang ditutup di zona merah dengan penurunan sebesar 0,18% ke posisi Rp16.815/US$.
Pelemahan juga dialami oleh indeks dolar AS (DXY) yang melemah tipis 0,02% ke level 97,825. Sebelumnya DXY justru ditutup menguat 0,14%.
Dinamika dolar AS di pasar global masih terus mempengaruhi laju rupiah. Dalam sepekan terakhir, laju DXY cukup bergerak volatil, meski sempat mengalami tekanan di awal pekan, namun kini mulai bergerak membaik.
Saat dolar mengalami penguatan biasanya akan menjadi tentangan bagi mata uang negera berkembang lantaran investor cenderung kembali beralih ke aset berdenominasi greenback.
Selain itu, sentimen pasar global juga masih dipengaruhi oleh arah kebijakan tarif AS. Pasca Mahkamah Agung AS melakukan pembatalan pungutan tarif yang diberlakukan lewat aturan darurat, pemerintah AS justru mulai melakukan penerapan terhadap tarif baru sebesar 10% untuk barang-barang tertentu di luar pengecualian, dan membuka ruang kenaikan tarif menjadi 15% sesuai dengan rencana Trump.
Kebijakan tersebut juga mengacu pada Section 122, yang mengizinkan tarif hingga 15%, namun harus dengan persetujuan Kongres jika ingin diperpanjang setelah 150 hari. Periode 150 hari ini juga dimanfaatkan oleh Trump untuk mempersiapkan skema tarif lain yang secara hukum diperbolehkan.
Sementara pelaku pasar juga masih menanti respons dari negara mitra dagang serta sinyal lanjutan dari Gedung Putih terkait arah kebijakan tarif berikutnya. Perkembangan ini berpotensi menjaga volatilitas di pasar valuta asing, termasuk laju rupiah, sepanjang perdagangan hari ini.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

