Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
LAJU RUPIAH DIPENGARUHI SENTIMEN EKSTERNAL DAN DOMESTIK

10 April 2026, 09.09 WIB


image

Hari ini, Jumat (10/4/2026), laju mata uang Garuda mengalami penguatan terhadap kurs dolar AS.

Rupiah dibuka menguat 0,09% ke posisi Rp17.065/US$, sebelumnya rupiah ditutup melemah hingga 0,44% ke Rp17.080/US$.

Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY) kini menunjukan 0,04% ke level 98,861.

Laju rupiah hari ini masih akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen eksternal dam domestik.

Sentimen ekternal datang dari pelaku pasar yang masih terus mengamati arah pergerakan dolar AS di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya stabil. Indeks dolar AS mencatat penguatan terhadap enam mata uang dunia. Kondisi ini tentu membuat ruang penguatan bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi sangat terbatas.

Pasar valuta asing global terus bersikap waspada. Pelaku pasar juga memantau apakah gencatan senjata antara AS dan Iran benar-benar akan bertahan, setelah sehari sebelumnya pengumuman tersebut sempat membuat dolar AS cukup tertekan dalam. Hal ini menunjukan bahawa ketenangan pasar masih belum stabil dan laju mata uang sangat sentirif terhadap perkembangan geopolitik.

Sementara dari dalam negeri yakni menanti rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari Bank Indonesia (BI) pada siang hari nanti. Data terebut penting lantaran memberikan sinyal terkait persepsi rumah tangga terhadap kondisi ekonomi saat ini sekaligus ekspektasi mereka ke depan.

Rilis terakhir, Survei Konsumen BI menunjukan keyakinan konsumen pada Februari 2026 masih kuat. Ini terlihat dari IKK yang berada di level 125,2. Meski dibanding dengan Januari 2026 menurun sebesar 127,2, namun angka tersebut masih optimisme karena masih di atas level 100.

Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Februari didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang naik 115,9 dari Januari 115,1. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga masih berada di level optimisme yakni 134,4, meski sedikit menurun dari bulan sebelumnya.

Untuk itu, rilis IKK Maret 2026 akan diamati oleh pelaku pasar untuk melihat apakah optimisme konsumen masih akan tetap terjaga atau mulai melemah di tengan tekanan global yang masih belum sepenuhnya membaik.