DOLAR AS KEMBALI MENCATAT PENGUATAN
23 Juni 2026, 09.09 WIB
Rupiah masih mencatat pelemahan terhadap kurs dolar AS hingga perdagangan pagi hari ini. Kondisi ini terjadi di tengah menguatnya indeks dolar AS di pasar global.
Pagi ini, mata uang Garuda dibuka melemah di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,14% ke posisi Rp17.850/US$. Pelemahan ini melanjutkan perdagangan kemarin yang ditutup melemah hingga 0,28% ke angka Rp17.825/US$.
Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY), yang mengukur penguatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terlihat menguat tipis 0,02% ke level 101,040. Penguatan tersebut melanjutkan kenaikan perdagangan sebelumnya sebelumnya 0,17%.
Laju rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya dinamika dolar AS di pasar global.
Penguatan yang dialami dolar AS ini terjadi seiring dengan adanya kekhawatiran pasar terhadap potensi suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama di AS. Kondisi ini terjadi setelah Bank Sentral AS atau The Fed yang mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50% hingga 3,75%.
Selain itu, proyeksi suku bunga The Fed juga terlihat memiliki peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Bahkan, sebagian pejabat The Fed masih memprediksi bahwa ada potensi kenaikan suku bunga pada rapat berikutnya.
Meski demikian, penguatan dolar AS masih tertahan oleh perkembangan positif dalam negosiasi antara AS dengan Iran.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

