Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
DOLAR AS KEMBALI MENYENTUH LEVEL RP17.900-AN

24 Juni 2026, 09.13 WIB


image

Tekanan yang dialami oleh rupiah masih terus belanjut hingga perdagangan pagi hari ini, Rabu (24/6/2026). Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS sebesar 0,36% ke posisi Rp17.900/US$.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah dinamika laju dolar AS di pasar global yang semakin kuat.

Indeks dolar AS (DXY), bergerak menguat tipis 0,03% ke level 101,432. Angka ini menjadi posisi terkuat bagi indeks dolar dalam 13 bulan terakhir.

Penguatan tersebut juga melanjutkan kenaikan pada penutupan perdagangan sebelumnya yang menguat tajam 0,38%.

Selain itu, penguatan dolar AS di pasar global menunjukan bahwa masih tingginya minat pelaku pasar terhadap aset berdenominasi greenback. Hal ini tentu membuat ruang penguatan bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi sangat terbatas.

Mata uang Negeri Paman Sam terus bergerak menguat hingga menyentuh posisi tertingginya dalam lebih dari satu tahun. Penguatan ini terjadi seiring dengan penyesuaian ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan bank sentral AS atau The Fed yang dinilai semakin hawkish.

Sementara pasar melihat, The Fed berpotensi untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan masih membuka peluang kenaikan suku bunga di sisa tahun ini.

Kondisi ini membuat BI perlu waspada dalam nenetukan arah kebijakan. Fokus utamanya adalah menjaga daya tarik aset rupiah agar aliran modal asing dapat masuk serta mendukung stabilitas nilai tukar.

Pasar juga masih menanti data inflasi AS lainnya pekan ini, yakni Personal Consumption Expenditures Price Index atau PCE Periode Mei. Data ini akan menjadi salah satu acuan penting untuk melihat apakah tekanan inflasi di AS masih bertahan atau mulai mereda.