MESKI MENGUAT TIPIS, RUPIAH MASIH BELUM JAUHI LEVEL RP18.000/US$
10 Juli 2026, 09.15 WIB
Pagi hari ini, Jumat (10/7/2026), pergerakan nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap kurs dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya rupiah sempat menyentuh ke posisi terendah dalam satu bulan terakhir.
Mata uang Garuda dibuka menguat tipis 0,06% ke posisi Rp18.060/US$. Angka ini membalikkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang ditutup melemah tajam hingga 0,44% ke posisi Rp18.070/US$.
Untuk indeks dolar AS (DXY), yang mengukur penguatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, kini terlihat melemah 0,14% ke level 100,762.
Pergerakan rupiah hari ini masih mendapat sentimen positif dari pelemahan indeks dolar AS di pasar global.
Dolar AS bergerak melemah di sesi kedua berturut-turut setelah AS dan Iran kembali melancarkan serangan. Meski ketegangan Timur Tengah kembali meningkat, namun pelaku pasar terus mengamati perkembangan harga minyak dan prospek inflasi global.
Harga minyak mencatat penurunan dari posisi tertingginya. Minyak mentah AS jatuh ke US$71,57/barel, untuk minyak Brent turun ke US$75,72/barel. Pelemahan yang terjadi pada harga minyak disebabkan karena pasar mulai mempertimbangkan risiko bahwa inflasi yang lebih tinggi dapat menekan pertumbuhan global, meski kekhawatiran pasokan energi masih ada.
Selain itu, kebutuhan arus modal asing juga masih menjadi perhatian di tengah dinamika pergerakan rupiah.
Indonesia masih memerlukan tambahan arus modal asing yang cukup besar agar keseimbangan neraca pembayaran semakin kuat.
Sementara stabilitas rupiah dinilai tidak cukup hanya didorong oleh intervensi pasar atau pengelola likuiditas. Faktor penting seperti kombinasi fiskal yang kredibel, pasar obligasi yang menarik, dan komunikasi kebijakan yang konsisten juga dapat mengembalikan minat investor asing.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

