JELANG RILIS PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA, RUPIAH MENGUAT
05 Agustus 2026, 09.16 WIB
Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatannya terhadap kurs dolar AS di perdagangan pagi hari ini, menjelang pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia periode kuartal II-2026.
Rupiah dibuka menguat sebesar 0,32% ke posisi Rp17.957/US$.
Penguatan rupiah terjadi setelah pada penutupan perdagangan kemarin Selasa (4/8/2026), melemah 0,19% ke posisi Rp18.015/US$. Rupiah juga sempat melamh hingga menyentuh ke level Rp18.045/US$.
Penguatan yang dialami rupiah terjadi seiring dengan laju indeks dolar AS (DXY) yang sedikit menguat 0,03% ke level 99.887.
Selain itu, laju rupiah hari ini terjadi di tengah penantian pasar akan pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia periode kuartal II-2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada siang ini.
Dilihatsecara kuartalan, ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh 3,56% dibanding kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq).
Pada kuartal I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan, namun terkoreksi 0,77% secara kuartalan. Jika melihat dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi tercatat pada Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang mencapai 21,81% secara tahunan.
Jika hasil pengumuman BPS sesuai dengan konsensus pasar, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 akan melambat dibanding kuartal sebelumnya. Namun, angkanya masih sama dengan pertumbuhan kuartal II-2025 yang mencapai 5,12% secara tahunan.
Tidak hanya data ekonomi domestik, pergerakan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh perkembangan hubungan antara AS dengan Iran. Kesepakatan antara AS dan Iran diharapkan kembali meningkat dan mendorong minat pelaku pasar terhadap aset berisiko.
Sementara jumlah lowongan pekerjaan AS periode Juni mengalami penurunan dan ikut menekan imbal hasil obligasi. Kondisi tersebut juga menurunkan sebagian kekhawatiran terhadap kebijakan moneter ketet The Fed, meski DXY masih menguat tipis saat perdagangan Asia pagi ini.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

