RUPIAH BERBALIK MELEMAH
12 Agustus 2026, 09.13 WIB
Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap kurs dolar AS pada perdagangan pagi hari ini.
Rupiah dibuka melemah tipis 0,06% ke posisi Rp17.840/US$. Pelemahan rupiah ini melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya Selasa (11/8/2026), mata uang Garuda ditutup jatuh 0,45% ke posisi Rp17.830/US$, dan menutup penguatan selama empat hari berturut-turut.
Sedangkan untuk indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat tipis 0,03% ke level 99,851. Posisi tersebut melanjutkan penguatan pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Nilai tukar rupiah masih terus dipengaruhi oleh dinamika dolar AS menjelang pengumuman inflasi konsumen periode Juli. Data tersebut akan menjadi petunjuk baru bagi pasar dalam memprediksi arah suku bunga The Fed.
Selain itu, pelaku pasar juga masih dibayangi kekhawatiran setelah laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu tercatat lebih rendah dari yang diperkirakan. Kondisi pasar tenaga kerja yang melambat membuka ruang bagi The Fed untuyk menahan suku bunga, namun risiko inflasi masih membatasi peluang pelonggaran kebijakan.
Sementara bank sentral saat ini lebih mengkhawatirkan inflasi yang terlalu tinggi dibandingkan dengan pelemahan pasar tenaga kerja. Pernyataan tersebut membuat pasar terus berhati-hati menjelang rilis data inflasi.
Pasar menghitung, ada sebanyak 52% yang menilai jika suku bunga The Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan September, dan 48% peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Risiko inflasi kembali meningkat setelah harga minyak bergerak naik menyusul serangan terhadap jalur pelayaran penting di Timur Tengah. Kenaikan harga energi berpotensi menjaga tekanan harga tetap tinggi dan mempertahankan dukungan terhadap dolar AS.
Hingga saat ini, rupiah masih belum mendapat dukungan kuat dari data penjualan eceran. Penjualan eceran Indonesia masih terkontraksi 3% srcara tahunan pada Juni 2026 dan telah mencatat penurunan selama tiga bulan berturut-turut.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

