BURSA SAHAM ASIA DIBUKA VARIATIF
03 September 2026, 09.38 WIB
Bursa saham Asia dibuka variatif di tengah aksi jual obligasi global dan eskalasi di Timur Tengah yang menekan sentimen investor.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar masih terus mengamati perkembangan geopolitik dan pergerakan imbal hasil obligasi AS.
Indeks Kospi Korea Selatan mencatat kenaikan tinggi hingga 0,86%, namun indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,19%. Di Jepang, Nikkei 225 bergerak datar, sedangkan Topix naik 0,65%, dan indeks S&P/ASX 200 Australia sedikit meningkat 0,12%.
Pergerakan pasar saham tersebut terjadi pasca imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasuty melonjak pada perdagangan Rabu. Imbal hasil Treasury tenor dua tahun menyentuh 4,41% ke level tertinggi sejak Januari 2025, sedangkan imbal hasil tenor 10 tahun sempat menyentuh 4,818%, ini menjadi level tertinggi sejak November 2023.
Kekhawatiran investor terhadap inflasi masih menjadi salah satu perhatian utama pasar. Namun, Presiden The Fed Bank of New York John Williams menuturkan, kenaikan imbal hasil Treasury lebih mencerminkan prospek ekonomi AS yang solid setelah perusahaan-perusahaan mencatat laba tinggi pada kuartal II.
Sementara pelaku pasar akan mengamati data klaim pengangguran mingguan AS pada Kamis ini. Perhatian utama investor untuk data ekonomi akan tertuju pada laporan ketenagakerjaan atau payrolls AS untuk Agustus yang akan dirilis pada Jumat.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

