MATA UANG ASIA MASIH BELUM BERGERAK SEJALAN UNTUK MENGUAT
15 Oktober 2026, 09.40 WIB
Laju mata uang Asia kini terlihat masih bervariatif saat berhadapan dengan kurs dolar AS.
Dari 10 mata uang Asia, ada lima diantaranya yang berhasil menguat, dan lima lainnya mengalami tekanan.
Won Korea Selatan memimpin penguatan tertinggi mata uang di Asia dengan kenaikan 0,31% terhadap kurs dolar AS ke level KRW 1.337,2/US$.
Disusul dong Vietnam dengan apresiasi 0,12%, ringgit Malaysia yang menguat 0,09%, dolar Taiwan naik 0,05%, dan yuan China menguat tipis 0,03%.
Sementara bath Thailand justru tertekan paling dalam setelah mengalami pelemahan 0,09%.
Yen Jepang ikut terkoreksi sebesar 0,08%. Mata uang Garuda juga masuk dalam daftar mata uang Asia yang melemah dengan koreksi 0,06% ke posisi Rp17.895/US$.
Untuk dolar Singapura dan Peso Filipina masing-masing melemah tipis 0,06%.
Dolar AS masih menjadi faktor utama yang menyebabkan dinamika pergerakan mata uang di Asia pagi ini. Indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis 0,04% ke level 102,139.
Koreksi tersebut melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari sebelumnya, yang turun sekitar 0,35%. Dolar mulai kehilangan Sebagian tenaganya setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam 18 bulan.
Di sisi lain, fokus utama pasar yakni pada data inflasi konsumen AS yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan The Fed.

ptsavemc@yahoo.com
ptsavemc
0877-7456-8833

