Untuk Mendapatkan Harga Terbaik, Segera Hubungi Kami di (021) 2961 5678                                                                                    
PAGI INI RUPIAH DIBUKA STAGNAN

21 Oktober 2026, 09.15 WIB


image

Mata uang Garuda bergerak stagnan terhadap kurs dolar AS. Rupiah dibuka di posisi Rp17.980/US$, atau tidak berubah disbandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur penguatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat 0,10% ke level 101,803.

Fokus pasar saat ini tertuju pada Keputusan suku bunga acun Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dijadwalkan diumumkan hari ini, di tengah laju rupiah yang mengalami tekanan.

Dari 13 institusi keuangan, ada 10 responden yang memperkirakan bawah Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,00%, dan tiga lainnya memprediksi BI Rate masih tetap di level 5,75%.

Jika terwujud, Langkah tersebut akan menambah rangkaian kenaikan suku bunga BI sepanjang tahun ini. Sebelumnya, BI telah menaikan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 bps pada Mei hingga Juni 2026, dari 4,75% menjadi 5,75%, Langkah ini sebagai upaya untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengantisipasi tekanan inflasi.

Ekspektasi kenaikan lanjutan ini tidak lepas dari pelemahan rupiah yang sebelumnya telah menyentuh Rp18.000/US$ serta melonjaknya tekanan harga domestik.

Dari laporan BPS, angka inflasi September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan (year-on-year/yoy), angka tersebut meningkat dari 3,19% pada Agustus. Angka tersebut juga semakin mendekati batas atas sasaran inflasi BI sebesar 3,5%, meski inflasi inti masih relative terkendali di level 2,84%.

Kondisi ini ikut menjadi perhatian pelaku pasar dalam mengamati arah kebijakan moneter BI.

Sementara harga energi dan bahan pangan juga perlu diwaspadai lantaran berpotensi meningkatkan biaya produksi dan transportasi. Namun angka inflasi yang masih berada dalam sasaran BI, mebuat tekanan pada rupiah menjadi tantangan besar bagi bank sentral dalam mengambil Keputusan kali ini.